Kamis, 01 Maret 2018

Dan Saya pun Ketagihan Belajar Bahasa Inggris!


Assalamualaikum,

Jaman masih sekolah dulu, pelajaran yang paling saya gak suka dari SD sampai SMA adalah Bahasa Inggris. Saya juga gatau, kenapa saya bisa sebenci itu kalo harus ketemu jam pelajaran bahasa Inggris. Sampe akhirnya nilai bahasa inggris saya setiap ulangan, hasilnya jeblok. haha

Penyesalan pun dimulai, ketika saya mulai menjadi seorang jobseeker di akhir tahun 2012 lalu. Selain hanya bermodal ijasah SMA (karena pilihan saya untuk bekerja dulu sebelum akhirnya melanjutkan kuliah), saya banyak nemu persyaratan penerimaan karyawan dengan syarat fasih berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Susahnya mencari kerja bagi lulusan SMA seperti saya saat itu, membuat saya ingin kembali ke jaman sekolah dan memperbaiki semuanya dari awal. Saya ingin belajar bahasa Inggris lebih rajin, saya ingin kursus bahasa Inggris, dan saya ingin mendapatkan nilai serta kemampuan yang cukup di bidang bahasa Inggris. Seengganya, kalau saya punya kemampuan bahasa inggris yang baik, saya bisa lebih mudah dalam mencari pekerjaan saat itu. 

Ruang ChitChat di Wallstreet English
Dari pengalaman tadi, saya ambil kesimpulan kalau ternyata kemampuan berbahasa asing emang diperluin banget. Apalagi di jaman digital seperti sekarang, yang dimana 55% konten di internet aja menggunakan bahasa Inggris. Teknologi yang sering saya gunakan, seperti laptop, handphone, computer semuanya berbasis bahasa Inggris, walaupun settingan-nya bisa di ubah ke bahasa Indonesia. Tapi, gak bisa dipungkiri lagi kalo bahasa Inggris lebih mendominasi dalam kehidupan masyarakat di dunia. Bahasa internasional, ya bahasa Inggris, yang artinya kalo saya jalan-jalan ke luar negri, bahasa yang harus dan wajib saya kuasai minimal ya bahasa Inggris. Gak mungkin kan saya pake bahasa Sunda pas pergi ke Eropah. haha

Tapi, bukankan belajar gak pernah mengenal usia ? *ceileh. Meskipun sekarang saya udah dapet kerja sekaligus bisa ambil kuliah, belajar bahasa Inggris buat saya masih sangat sangat perlu. Karena ternyata, 80% dunia bisnis di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Omaygat ! Itu artinya perjuangan saya masih sangat panjang. Dan kayaknya gak bisa ditolak lagi, kalo dengan meningkatnya kecanggihan teknologi, kemampuan berbahasa asing pun harus ditingkatkan pula. Kan gamau jadi orang yang cuma bisa yes no yes no doang di tengah orang-orang yang udah fasih berbahasa inggris. Jangan sampe atulah!

Oh iya, saya juga kadang suka malu sama anak kecil sekitar umur 6 atau 7 tahunan yang udah lancar ngomong bahasa Inggris. Lah gue apa kabar ? hahaha

Lantai bawah ruang belajar
Makanya saya beruntung banget pas diajakin buat dateng ke salah satu tempat untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris. Saya gak akan sebut tempat ini sebagai tempat kursus, tapi mungkin lebih bisa dibilang sebagai komunitas berbahasa Inggris, namanya Wallstreet English.

Sebelumnya, apa sih Wallstreet English ?

Wallstreet English atau yang lebih dikenal dengan nama WSE ini dulunya bernama Wall Street Institute, yang dimana pertama kali dibuka di Milan, Italia, pada tahun 1972. Oh iya kalo temen-temen denger nama Wallstreet biasanya yang paling duluan keinget apaan ? Wallstreet yang ada di New York kah ? hehe. Nah ternyata nama Wallstreet ini juga emang terinspirasi dari Wallstreet New York tadi. 

Okey balik lagi ke WSE. Jadi, WSE Internasional ini awalnya cuma punya beberapa cabang aja, dengan merevolusi pembelajaran bahasa Inggris untuk orang dewasa dengan memperkenalkan Blended Learning Method. Apaan tuh ? nanti saya jelasin, sabar dulu ya.

Saat ini, WSE sudah punya 400 cabang yang tersebar di 27 negara di seluruh dunia. Dengan cabang-cabang tersebut, WSE sudah menjangkau lebih dari 3 juta orang dan memiliki lebih dari 180.000 member aktif. Pemilik WSE Internasional adalah Pearson plc, perusahaan pendidikan terbesar di dunia. 

Dari 400 cabang tersebut, salah satunya tentu ada di Indonesia juga. Yang dimana WSE Indonesia ini lebih mengenalkan bahwa mereka adalah sebuah komunitas yang percaya dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan dapat menggunakannya dengan penuh percaya diri, maka akan membuka dunia yang penuh dengan peluang. Hmm, pantesan logo WSE Indonesia gambarnya jendela yang terbuka, mungkin karna analoginya seperti itu.

WSE Indonesia mulai didirikan di tahun 2007 dan menjalankan misinya dengan menerapkan Blended Learning Method yang telah disesuaikan untuk pasar Indonesia. Saat ini WSE Indonesia sudah memiliki 7 cabang yang tersebar di Jakarta dan Bandung, yang dimana sudah memiliki sekitar 5000 member aktif serta telah menjadi bagian dari perubahan pada lebih dari 40.000 orang. Salah satu cabang yang ada di Bandung ini adalah WSE Paris Van Java .


Nah jadi kemarin itu saya diajak buat dateng langsung ke cabang PVJ ini. Pertama kali diresmikan pada tanggal 1 April 2014, yang dimana WSE PVJ ini merupakan center ke tujuh dari WSE Indonesia yang berlokasi di Bandung. Bedanya WSE PVJ ini dengan 6 center lainnya yang tersebar di Jakarta, 75 persen dari member WSE PVJ mayoritas adalah anak SMA dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Bandung. Eh tapi, meskipun kebanyakan membernya siswa SMA dan mahasiswa, WSE PVJ ini tetap menjaga syarat minimumnya. Sebagai institusi belajar Bahasa Inggris untuk orang dewasa, WSE PVJ menetapkan batas usia minimum untuk menjadi membernya adalah 16 tahun ke atas. Misi dari WSE PVJ ini juga keren banget, yaitu untuk membantu masyarakat agar dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan percaya diri. Kadang kan orang males pake bahasa Inggris karna takut salah, nah di WAllstreet ini justru semua komunikasi harus dibiasakan menggunakan bahasa Inggris.

Oh iya ngomongin metode pembelajaran di Wallstreet English, sebelumnya saya udah sampein kalo yang dipake disana Blended Learning Method. Tapi, belum saya jelasin kan apa itu Blended Learning Method ?

Blended Learning Method adalah metode yang sudah digunakan di Wall Street English sejak tahun 1972 dan diakui oleh para ahli sebagai cara terbaik untuk belajar bahasa Inggris bagi orang dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa 73% pendidik yang memanfaatkan metode ini, menemukan peningkatan interaksi dari siswanya. Yang dimana metode ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi dalam berbahasa Inggris, artinya semua komunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Blended Learning Method
Pantes aja, dari mulai saya masuk ke ruangan dan bertemu receptionis disana, saya udah harus komunikasi pake bahasa Inggris. Hehe

Pengalaman belajar bahasa Inggris di Wallstreet English PVJ ini adalah pengalaman yang paling berkesan buat saya. Karena disini semua media pembelajaran sudah menggunakan teknologi canggih. Gak ada tuh saya nemu papan white board di depan, dan kursi beserta meja yang berjejer menghadap papan white board. Semuanya sudah menggunakan computer dan tablet. Keren.

Saya juga diberi kesempatan untuk mencoba kemampuan berbahasa inggris saya dengan sebuah trial test   yang harus saya kerjakan secara digital. Disana saya harus menjawab beberapa pertanyaan, yang dimana terbagi menjadi beberapa bagian. Ada bagian reading, yang dimana saya diberikan cerita pendek yang harus saya baca, kemudian saya harus menjawab pertanyaan mengenai cerita tersebut di kolom berikutnya. Ada listening, saya diberikan video dan audio yang saya dengarkan melalui headset kemudian saya harus mengulang kalimat yang saya dengar tersebut baik secara lisan maupun tulisan. Paling geli pas saya harus mengulang kalimat tersebut secara lisan, karena di akhir nanti saya bisa mendengarkan suara saya sendiri menggunakan bahasa Inggris. Dan asli, itu kaya orang bule dari pelosok. Hahaha ngomong sih bahasa inggris, tapi logat sundanya masih nempel banget, nah yang ini namanya latihan speaking.


Yang terakhir saya harus menjawab tes grammar dan tenses. Duh euy, ini mah rada bikin saya deg-degan. Secara grammar dan vocabullary saya masih minim banget hehe. Saya selesaikan tesnya sekitar 30 menit. Dan saya diminta menunggu untuk mendapatkan hasil tes nya.

Sambil nunggu, saya diminta masuk ke ruang multimedia, yaitu sebuah ruangan kecil yang hanya bisa diisi oleh empat siswa plus satu orang mentor. Ruangannya berjumlah sekitar lima ruangan terpisah yang saling berjajar. Di batesin sama dinding kaca sehingga dari luar kami akan terlihat jelas, begitupun suasana di luar. Tapi tenang, berhubung ini ruangan belajar, suara dari dalem gak akan bocor sampe keluar kok. 

Waktu itu saya dapet mentor seorang laki-laki Indonesia bernama Mas Ade, partner belajar saya ada Teh Efi dan Teh Dewi, kami disana dibantu oleh Mas Ade untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Seru sih, walaupun kadang lidah kacaletot yang kemudian di perbaiki sama Mas Ade. Sekitar 30 menit saya di ruangan itu, dan waktu buat nerima hasil tes udah dateng. Yeeaayy.


Selesai belajar dengan Mas Ade, gak ketinggalan saya juga foto bareng mentor bule disana, namanya Mr. Thomas Hanover, seorang English Expert yang berasal dari New Zealand yang sudah berada di Indonesia sekitar sepuluh bulan. 


Menurut saya, Wallstreet English ini recommended banget buat kamu yang lagi pengen ngasah kemampuan bahasa Inggris. Karena sebelum diterima menjadi member di WSE ini, calon member bakalan ditanya kebutuhan berbahasa Inggris nya untuk apa. Karena bimbingan yang akan diberikan oleh mentor akan berbeda sesuai kebutuhan si calon member. Kebutuhan berbahasa Inggris bagi seorang ibu rumah tangga yang hanya untuk mengajarkan anaknya akan sangat berbeda dengan kebutuhan berbahasa Inggris bagi seseorang yang ingin melanjutkan sekolah atau kuliah di luar negeri. Makanya sesuai dengan yang dijelaskan oleh Mas Adrie Delyardy selaku Marketing Communications Officer WSE PVJ, WallStreet English PVJ sudah menyiapkan seorang konsultan untuk menentukan kebutuhan apa yang sedang dibutuhkan bagi calon member yang akan mendaftarkan diri di Wall Street English. 


Selain itu, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Mas Erick Fernando Kalesaran selaku Center Experience Manager WSE PVJ, Wall Street English ini merupakan tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris, karena dengan adanya kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari, otomatis akan banyak menemukan komunitas serupa yang nantinya dapat memberikan peluang sangat baik bagi bidang pendidikan, bisnis, maupun social. Karna sesuai dengan motto WSE yaitu, Confidence – Community - Opportunity.

Kayaknya kalo saya daftar jadi member di WSE PVJ ini, tes TOEFL sama IELTS saya bakalan dapet skor lebih gede hehe.


Saya puas banget bisa belajar bahasa Inggris di WSE PVJ ini walaupun gak sampe seharian. Seenggaknya saya masih bisa melatih kemampuan berbahasa Inggris saya di rumah, kantor, kampus, atau dimanapun saya berada. Karna kata Mas Erick, "Practice Can Make Perfect" haha.

Praktekin bahas Inggris kamu juga yuk, biar bisa sama-sama belajar juga.



Wassalam,


Firda Winandini

30 komentar:

  1. Waaaaah kece ya wallstreet iniiiii. Bahasa inggris itu emang perlu sih untuk modal kita ya, ya minimal untuk chit chat sehari-hari aja lah yaaaa.. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Teh, seengganya buat ngobrol2 aja hehe

      Hapus
  2. Seru banget ya belajar disini, jadi pede cas cis cus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyaa, yang penting cas cis cus dulu aja ya, masalah keceletot mah gimana ntar hehe

      Hapus
  3. bener teh waktu sekolah suruh kursus males2an giliran kerja nih ceritanya aku dapet telepon dari LN astagfirullah meni hese teh cas cis cusnya wkwkwk makanya aku niat pengen kursus lagi cuman malu euy udah mamak2 begini..

    dan WSE ini bisa nih aku coba tapi suka ga PD mau mulainya teh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayok Teh, WSE ini emang cocok banget for adult, biar bisa lancar nih tektokan B. inggrisnya haha

      Hapus
  4. Aku jadi dipanggil Epi sama Ade. Hahaha... Suasananya asik, ya. Baru sekali datang aja udah betah. Mentornya enakeun. Jadi pengen ke sana lagi ih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung aja Mas Ade gak panggil aku Pirda hehe..hayu atuh Teh kapan2 kita belajar kesana lagi

      Hapus
  5. Waalaikussalam.. Di usia segini aku juga jd kepengen fasih bahasa inggris nih, tapi gak mau ribet. Ahahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. cucok nih Teh, langsung cuss ke Wallstreet English. Pasti nanti langsung cas cis cus B. inggrisnya hehe

      Hapus
  6. Sepertinya metode belajar Bahasa Inggrinsya asyik dan bisa bikin enjoy ya Mbak. Saya suka Bahasa Inggris tapi sampai sekarang masih gagap kalau ngomong Bahasa Inggris. Perlu banyak praktek speak-speak ini saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik banget Teh, gak berasa lagi belajar. Malah bikin fun :D

      Hapus
  7. Pengen deh kapan-kapan belajar di sana

    BalasHapus
  8. Keren niih tempat belajarnyaa. Aku smpai skrang blum berdamai dgn bahasa inggris. Jadi pengen bljar dsni jg. Makasih sharingnya ya mbk. Salam, muthihauradotcom

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayok Mbak kita belajar bareng disini :)

      Hapus
  9. Wah seru yaa, jadi bikin semangat belajar kalo gini..

    BalasHapus
  10. Wah mengasyikan ya.. sebetulnya saya juga palig seneng belajar bahasa klo bisa ikut di sini akan menyenangkan sekali ya :)

    BalasHapus
  11. Kereeeen.. Mau belajar jugaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuu hayuu Teh, biar kita bisa cas cis cus ngomong bahasa inggris hehe

      Hapus
  12. Ini keren banget...
    Harusnya kita bener berbahasa Ibu, berbahasa daerah dan berbahasa asing yang aktif yaa...
    Bukan buat gaya-gayaan biar keren, tapi practise always make perfect.

    BalasHapus
  13. Bahkan sampe sekarang kerja, msh ada kursus bahasa inggris dari tempt kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah keren tempat kerjanya nyediain tempat kursus..

      Hapus
  14. Krn praktik terus, jd terpaksa hrs bisa ya. Saya pasti deg2an bgt kalau belajar di sana hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Teh, jadi bisa gak bisa ya harus coba hehe

      Hapus
  15. mbaaakk biayanya berapa ya? saya searching dulu ddeh, saya suka banget sama bahasa inggris, ternyata ada tempat yang seperti ini ya,

    Ssaya kangen ngomong bahasa inggris sama orang2, sekarang meerka semua menghilang, *cari di jkt ahhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo biayanya info terkahir sekitar 10 jutaan sih per 3 bulan, cuma buat lebih jelasnya langsung ke website nya aja mas..

      Iya dong kalo sdh biasa bahasa Inggris, sayang kalo gak dipake lagi hehe

      Hapus

Terima Kasih sudah membaca :) Silahkan berkomentar dengan sopan hehe :)