Rabu, 06 Desember 2017

Menciptakan Lingkungan Bersih Tanpa Sampah


Assalamualaikum,

Sampah adalah salah satu hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, atau bisa dibilang setiap aktivitas manusia selalu berhubungan dengan sampah. Karena penggunaan produk dalam setiap kegiatan, hasil akhirnya ya sampah. Bener gak sih ? Iya aja biar cepet haha

Nah kebetulan, hari Minggu tanggal 19 November 2017 bulan lalu, pemerintah melalui Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melaksanakan sebuah kegiatan di Car Free Day Dago Bandung tepatnya di Eduplex Cafe yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa lingkungan bersih dan sehat merupakan hak setiap masyarakat. Dan bareng - bareng temen blogger lainnya, saya bisa ikut menyaksikan acara tersebut secara langsung. Mumpung deket dan pas hari libur juga.

Acara ini mulai nyubuh banget dari pukul 06.00 sampai pukul 10.00 pagi, kapan lagi kan hari libur tapi bisa diisi sama hal yang berfaedah kayak gini haha. Acara yang dibuka oleh senam Aerobik bersama masyarakat dan Balitbang PUPR ini menyediakan juga photobooth bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen bersama Balitbangpupr. Dan di acara intinya yang pasti saya tunggu - tunggu banget yaitu sesi diskusi terkait pengolahan sampah dalam meminimalisir banjir serta program - program menuju pengembangan kota hijau. Secara bencana banjir akhir - akhir ini lagi banyak mampir di Kota Bandung. 

Hiburan Di Acara Balitbang
Ternyata sumber paling besar dari produktivitas sampah adalah lapisan rumah tangga. Wah bahaya nih, kok bisa ? Karena menurut Bapak Arief selaku perwakilan dari Puslitbang PUSKIM, rumah tangga merupakan bagian paling berperan aktif dalam produksi sampah di Indonesia. 

Oleh sebab itu Balitbang PU melalui jajarannya yang bernama PUSKIM (Puslitbang Perumahan dan Pemukiman) tersebut mengajak setiap penduduk khususnya lapisan rumah tangga untuk lebih mengenal sampah bukan sebagai musuh yang harus disingkirkan dan dimusnahkan seperti mantan, tapi harus bisa diolah sebagai sesuatu yang dapat menciptakan nilai ekonomis yang tinggi. 

Pemanfaatan sampah ini bisa dilakukan mulai dari bagian paling bawah yaitu rumah tangga, diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat menunjang sosialisasi terhadap masyarakat terkait pemberdayaan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).



Untuk sampah organik, selanjutnya dapat diolah kembali oleh ibu - ibu rumah tangga menjadi pupuk kompos yang pemanfaatannya bisa dipakai dalam bidang pertanian atupun kegiatan berkebun di rumah masing - masing.

Di acara ini saya melihat beberapa program pengolahan limbah sampah oleh Balitbang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, contohnya ada program yang menarik perhatian saya yaitu teknologi campuran beraspal menggunakan limbah plastik, wih keren ya. Komponen utama dari teknologi ini yaitu pemanfaatan limbah plastik (kresek ) hitam yang dianggap sulit diolah dan banyak bertebaran di lingkungan masyarakat. Secara kresek hitam ini sering banget dipake sama ibu - ibu sepulang dari pasar atau warung kan. Bahkan mama saya juga kalau udah pulang dari pasar, bisa beberapa kresek dijinjing.

Pantesan di acara Balitbang ini saya melihat ada kotak hijau yang disediakan panitia. Ternyata kotak hijau tersebut untuk menampung sampah plastik atau kresek pengunjung Car Free Day agar bisa ikut menyumbang dalam pengolahan aspal dari kresek tadi. Keren ya.


Dan menurut penelitian Balitbang, diperkirakan terdapat 3,32 juta metrik ton belum terkelola dengan baik di Indonesia dimana sebagian besarnya merupakan limbah plastik yang dibuang ke laut dan tentu saja dapat mengancam ekosistem di laut. Bisa - bisa kalau dibiarkan, ikan - ikan di laut jadi terbiasa mengkonsumsi sampah plastik, jangan sampe deh. 

Campuran beraspal umumnya dimodifikasi dengan polimer. Akan tetapi plastik sebagai salah satu jenis polimer masih terhitung minim penggunaannya dalam konstruksi jalan. Kan sayang ya kalo diantepin gak bermanfaat kayak gitu.

Dari latar belakang tersebut maka dengan adanya teknologi campuran beraspal menggunakan limbah plastik ini diharapkan dapat mendukung dalam pengolahan limbah plastik dan mengurangi banyaknya limbah plastik yang belum terolah dalam rangka mendukung aksi nasional pengendalian sampah di laut.

Oleh sebab itu, sebagai masyarakat yang baik sebaiknya kita harus lebih tanggap terhadap pengolahan sampah di sekitar kita. Karena jika diolah dengan baik, sampah bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai juga lho.

Program Balitbang PU selanjutnya dengan adanya penyedia Fasilitas Pejalan Kaki menuju Kota Hijau, yang dibawahi oleh bagian PUSJATAN (Puslitbang Jalan dan Jembatan). Cocok banget nih buat temen - temen yang udah capek kejebak macet tiap hari (kayak saya) hehe. 


Menurut Ibu Nathalia Tanan selaku Perwakilan dari Puslitbang PUSJATAN, program penyediaan fasilitas pejalan kaki ini sangat erat hubungannya dengan program P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) yang diusung oleh Balitbang PU sejak tahun 2011 lalu, karena dengan bertambahnya penduduk dari waktu ke waktu maka fasilitas seperti kendaraan bermotornya pun akan ikut bertambah. Maka dari itu dengan diadakannya program penyedia fasilitas pejalan kaki ini diharapkan dapat menambah semangat masyarakat untuk mau berjalan kaki mengurangi pencemaran dan polusi udara karena berkurangnya pengguna kendaraan bermotor, dan mengurangi kemacetan. Ah kalo fasilitasnya ditambah kayak gini mah saya juga mau ikutan jalan kaki. Kira - kira ke kantor jalan kaki kuat gak ya ? Harus kuat atuh.

Fasilitas Pejalan Kaki ini juga memiliki hubungan yang kuat dengan Walkability (kelayakan berjalan) karena merupakan dukungan keseluruhan untuk lingkungan pejalan kaki. Walkability memperhitungkan konektivitas jalur berjalan, kualitas fasilitas pejalan kaki, kondisi jalan, pola penggunaan lahan, dukungan masyarakat, dan keamanan dan kenyamanan untuk berjalan. Dan sepertinya di Kota Bandung ini sudah beberapa fasilitas terpenuhi. Contohnya dengan dibuatnya area pejalan kaki yang nyaman dengan disediakan beberapa tempat duduk di sepanjang trotoar.

Setiap pejalan kaki pasti membutuhkan fasilitas yang baik. Apalagi saat ini pejalan kaki bagai dinomor duakan oleh para pengguna kendaraan bermotor, sehingga dibutuhkan kesadaran yang tinggi pula dari setiap masyarakat tentang pentingnya berjalan kaki. Pernah ngalamin juga waktu saya lagi asik jalan di trotoar, tiba- tiba dari arah belakang ada motor yang hampir menabrak saya, kebetulan waktu itu jalan raya lagi macet banget. Rada ngedumel juga sih dalem hati, soalnya situasi kayak gitu kan membahayakan si pejalan kaki yang udah jelas - jelas berada di jalur bener.

Hal pertama yang harus ditingkatkan dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk berjalan kaki adalah daya tarik. Yaitu peningkatan infrastruktur bagi pejalan kaki agar dapat menarik hati dan minat masyarakat. Jika fasilitas yang disediakan sudah baik, maka kesadaran masyarakat pun akan berangsur – angsur tumbuh. Tapi, hal ini tentu saja tidak lepas dari peranan Pemkot maupun Pemda setempat dalam hal sosialisasi dan penyediaan lahan hijau bagi masyarakat.

Foto bareng Bpk. Arief (Puslitbang Puskim)
Hingga saat ini, sudah lebih dari 1000 kota yang mendaftarkan dalam P2KH. Artinya sudah lebih dari 1000 kota juga yang telah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas dan lahan hijau di daerahnya masing – masing untuk kemudian dilakukan peningkatan fasilitas pejalan kaki tersebut. Dan diharapkan dengan adanya peningkatan fasilitas pejalan kaki ini dalam beberapa tahun kedepan Indonesia dapat terbebas dari yang namanya kemacetan maupun polusi udara.

Lingkungan yang bersih dan teratur adalah hal yang paling diidam - idamkan oleh semua masyarakat. Tapi, untuk terciptanya lingkungan idaman tersebut, pemerintah juga pasti membutuhkan bantuan dari masyarakatnya sendiri untuk bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. Karena lingkungan bersih berasal dari masyarakat dan akan dinikmati oleh masyarakatnya juga.



Wassalam,


Firda Winandini

8 komentar:

  1. Keren inovasinya ya, Bandung jadi semakin asri dan bersih, semoga seperti Bandung yang dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiinnn, ga ada lagi macet2an di Bandung hehe

      Hapus
  2. inovasinya oke ya, wah aku jadi tau. makasih ya teh sharingnya

    BalasHapus
  3. Hiks.. ternyata sampah RT sangat besar ya.. Moga makin banyak yg sadar utk mengurangi pemakaian plastik dan beli produk yg sekalian ukuran besar biar ga banyak sampahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Teh, apalagi skg mah kan apa2 dibungkus plastik :(

      Hapus
  4. Enaknya kalau jalan kaki bisa nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya biar makin rajin jalan kakinya hehe

      Hapus

Terima Kasih sudah membaca :) Silahkan berkomentar dengan sopan hehe :)